Ia menegaskan bahwa predikat Sekolah Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.
"Predikat Sekolah Adiwiyata bukan akhir, melainkan titik awal untuk terus mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum dan budaya sekolah, seperti penerapan 3R, konservasi energi, pengelolaan sampah, serta penghijauan,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk melalui pendidikan di sekolah,” tambahnya..
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 Kabupaten Kendal berhasil melahirkan 40 sekolah Adiwiyata dari berbagai jenjang pendidikan.
"Capaian ini diharapkan terus meningkat hingga mampu meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional dan mandiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal Aris Irwanto mengatakan bahwa keberhasilan program Adiwiyata membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Kementerian Agama, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program Adiwiyata agar berjalan berkelanjutan,” ujarnya.