ekonomi

Karanganom Jadi Titik Konsolidasi Bersatu Siaga, Warga dan Pemkab Bahas Lingkungan hingga Infrastruktur

Jumat, 30 Januari 2026 | 07:03 WIB



“Saya minta camat melakukan pemantauan dan evaluasi rutin agar budaya bersih desa benar-benar hidup,” tegasnya.





Penjabat Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menambahkan, Bersatu Siaga menjadi sarana efektif untuk memetakan persoalan yang berkembang di masyarakat. Melalui dialog langsung, pemerintah dapat merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat.





“Bersatu Siaga bukan sekadar kerja bakti, tetapi juga ruang komunikasi antara pemerintah dan warga,” ujarnya.





Sementara itu, Camat Weleri Dwi Cahyono Suryo mengungkapkan sejumlah aspirasi yang disampaikan warga dan kepala desa dalam kegiatan tersebut. Di antaranya terkait pendangkalan sungai, kondisi jalan, pengelolaan sampah, serta kesiapan lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih.





“Terkait jalan rusak, sebagian sudah ditangani melalui penambalan. Untuk persoalan lain, akan kami koordinasikan dengan OPD terkait,” jelasnya.





Ia menyebut, pengelolaan sampah menjadi perhatian khusus di wilayahnya. Pemerintah desa telah diarahkan melakukan pemilahan sampah dari sumbernya dan mengoptimalkan peran Bumdes.





“TPS3R di Penyangkringan sudah berjalan. Tantangannya sekarang adalah mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.





Adapun kendala penyediaan lahan KDMP, menurut Camat Weleri, masih memerlukan solusi bersama mengingat sebagian lahan masuk kawasan pertanian yang dilindungi atau belum memenuhi ketentuan luas minimal.

Halaman:

Tags

Terkini