Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana, membenarkan adanya penghentian sementara layanan MBG di puluhan titik. Ia menjelaskan bahwa kendala utama berasal dari belum cairnya anggaran operasional di tingkat pengelola.
“Anggaran baru cair pada Selasa malam, sehingga sebelumnya dapur tidak bisa beroperasi,” jelas Faris. Dilansir dari Radar Semarang, Rabu (4/3/2026).
Ia memastikan seluruh SPPG yang sempat berhenti kini kembali beroperasi dan distribusi MBG mulai berjalan normal. Sejak Rabu, pengelola dapur telah kembali berbelanja bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Informasi tersebut dilansir dari Radar Semarang.
Meski layanan telah pulih, sejumlah warga menilai kejadian ini menjadi catatan penting bagi keberlanjutan program MBG. Warganet menyebut, meski konsepnya dinilai baik, pelaksanaan di lapangan masih rentan terganggu persoalan teknis.
Kasus di Kendal menambah daftar daerah yang menghadapi kendala implementasi MBG, sekaligus memunculkan dorongan agar sistem pengelolaan anggaran program prioritas lebih matang, antisipatif, dan berkelanjutan.