Tercatat 18 RT berpartisipasi dengan total iuran Rp 9.420.000 serta tambahan sumbangan pribadi warga sebesar Rp 2.770.000. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 12.190.000 dengan pengeluaran Rp 12.157.000 dan sisa Rp 33.000. Rincian biaya meliputi pembelian pasir, koral, semen, sewa molen, dan kebutuhan lainnya.
“Nih lur, udah jadi. Anak-anak RT pada ngeri-ngeri, nih uang laporannya, nih hasilnya. Tanpa bapak, secara jelasnya tanpa perangkat desa masing-masing,” ujarnya dalam video sambil menunjukkan hasil jalan yang telah dicor.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 400 ribu kali dan menuai beragam komentar dari warganet. Sejumlah pengguna mempertanyakan penggunaan dana desa dan kinerja aparatur setempat.
“Terus ini dana desanya kemana?” tulis akun @mhu4.
“Gunanya bayar pajak apa kalau fasilitas yang seharusnya dibangun pemerintah, tapi yang bangun hasil iuran rakyat juga,” komentar akun @dol*2.
“Keren dan cakep, pukulan buat aparatur setempat,” tulis akun @apr*o.
“Ini asli transparan dan lengkap laporannya,” tambah akun @har_**.