KENDAL, inspiratifonline.com – Gelombang perlawanan petani di Desa Dayunan, Kecamatan Sukorejo, kembali menguat melalui forum diskusi publik yang digelar Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi warga untuk menyatukan suara sekaligus mempertegas sikap dalam menghadapi konflik agraria yang telah berlangsung panjang.
Diskusi tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat setempat, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai elemen seperti aktivis lingkungan, lembaga bantuan hukum, mahasiswa, hingga pegiat isu agraria. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa persoalan yang dihadapi warga Dayunan tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah menjadi perhatian lebih luas.
Dalam forum itu, warga mengurai kembali perjalanan konflik lahan yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Tanah yang disengketakan disebut sebagai bagian dari ruang hidup masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun, bukan sekadar aset ekonomi semata.
Ketua Paguyuban Petani Kaulo Alit Dayunan, Trisminah, menegaskan bahwa perjuangan warga berangkat dari kebutuhan dasar untuk mempertahankan kehidupan.
“Menjaga tanah itu bagian dari menjaga kehidupan. Kalau tidak ada tanah garapan, maka tidak ada keberlanjutan hidup bagi kami,” ujarnya.