Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 KUHP baru (UU Nomor 1 Tahun 2023) tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun enam bulan penjara.
Karena korban merupakan aparat yang sedang menjalankan tugas, ancaman hukuman terhadap pelaku juga dapat diperberat sebagaimana diatur dalam Pasal 470 KUHP baru yang memungkinkan penambahan sepertiga dari pidana pokok.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Kendal juga memaparkan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Operasi Pekat yang digelar menjelang dan selama bulan Ramadan.
Selama 20 hari pelaksanaan operasi tersebut, Polres Kendal telah menangani sejumlah kasus yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, di antaranya peredaran petasan dan bahan peledak, perjudian konvensional maupun daring, peredaran minuman keras, tindak pidana narkotika, hingga kasus asusila.
Operasi tersebut, menurut Kapolres, merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama masyarakat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.