"Ini untuk menghormati sosok Nyai Pandansari yang telah memberikan kontribusi dan berjasa di Boja. Kegiatan ini juga sebagai wujud peran aktif warga untuk mengangkat budaya tradisi lokal," ujar Bupati Kendal.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki dampak luas, terutama bagi perekonomian masyarakat.
"Kegiatan ini juga untuk mengangkat UMKM dan menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Boja, Rofik Anwar, menyebut bahwa tradisi merti desa dan penggantian luwur merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan hingga kini.
"Ini adalah tradisi warisan leluhur yang kita laksanakan setiap tahun. Merti desa ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki sepanjang tahun," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan peran penting Nyai Pandansari dalam sejarah masyarakat Boja.
"Beliau dikenal gigih dalam mengembangkan pertanian, bahkan salah satu sistem irigasi di Boja merupakan hasil peran beliau," ungkapnya.