Menurutnya, perintah melalui mimpi yang diterima Nabi Ibrahim bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tafsir dijelaskan bahwa hal itu menjadi bentuk kasih sayang Allah terhadap beratnya ujian yang dihadapi Nabi Ibrahim.
“Dalam tafsir disebutkan bahwa penyampaian melalui mimpi merupakan bentuk penghormatan Allah kepada Nabi Ibrahim atas ujian yang begitu berat,” jelasnya.
Selain membahas sejarah kurban, khutbah juga menyinggung hukum pelaksanaan ibadah kurban bagi umat Islam. Kyai Abdul Khalim menyampaikan bahwa mayoritas ulama memandang kurban sebagai sunnah muakkadah atau ibadah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu.
“Mayoritas ulama dari Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali menetapkan hukum kurban sebagai sunnah muakkadah,” ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan.
Usai pelaksanaan sholat, jamaah tampak saling bersalaman dan berkumpul bersama keluarga di lingkungan masjid. Momen kebersamaan tersebut menambah suasana hangat perayaan Idul Adha di Desa Blorok.
“Semoga Idul Adha ini menjadikan kita lebih ikhlas, lebih peduli kepada sesama, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkas Kyai Abdul Khalim.