Dalam tradisi malam Syuro, terdapat satu hidangan yang selalu hadir dan menjadi ciri khas masyarakat setempat, yakni bur syuro atau bubur syuro. Makanan tersebut menjadi sajian yang paling banyak dibawa warga saat barikan berlangsung.
"Bur syuro menjadi makanan khas saat bulan Muharam. Isinya bubur putih yang dilengkapi sayur kuning, sambal goreng, telur, ayam, dan kering. Hampir setiap tahun makanan ini selalu ada dalam tradisi barikan," jelas Maftuhah.
Meski sederhana, tradisi tersebut dinilai mampu menjaga hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk. Warga berharap generasi muda tetap mengenal dan melestarikan warisan budaya tersebut agar nilai gotong royong dan kebersamaan tidak hilang ditelan waktu.
"Yang paling penting bukan makanannya, tetapi kebersamaan yang terbangun. Tradisi ini harus tetap dijaga agar anak-anak muda tahu bahwa kerukunan dan rasa syukur bisa dirawat melalui cara-cara sederhana seperti barikan," pungkas Maftuhah.