lifestyle

Rob Kian Mendesak Kota Kendal, BPBD Sebut Penyebabnya Tak Hanya Pasang Laut

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:31 WIB


KENDAL, inspiratifonline.com - Genangan air laut yang semakin sering terjadi di pesisir Kabupaten Kendal menunjukkan bahwa persoalan rob telah berkembang menjadi ancaman yang lebih luas. Wilayah yang sebelumnya hanya terdampak di kawasan pantai kini mulai merasakan perluasan genangan hingga mendekati pusat kota.





Di Kelurahan Bandengan, jarak genangan rob dengan kawasan perkotaan bahkan diperkirakan tinggal kurang dari satu kilometer.





Kondisi tersebut menandakan bahwa rob bukan lagi sekadar fenomena pasang air laut. Sejumlah faktor saling berkelindan, mulai dari perubahan iklim, penurunan muka tanah, hingga kerusakan ekosistem pesisir yang menyebabkan air laut semakin mudah masuk ke daratan dan bertahan lebih lama.





Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa rob merupakan persoalan yang dipengaruhi berbagai faktor, sehingga penyelesaiannya tidak bisa dilakukan dengan melihat satu penyebab saja.






"Kalau berbicara rob, masyarakat perlu memahami bahwa penyebabnya tidak sesederhana yang terlihat di lapangan. Ada faktor global seperti pemanasan bumi, ada penurunan muka tanah, dan ada persoalan lingkungan di wilayah pesisir yang semuanya saling berkaitan," kata Iwan Sulistyo saat diwawancarai, Kamis (25/6/2026).






Menurutnya, salah satu ancaman yang terus berlangsung adalah fenomena penurunan muka tanah (land subsidence). Berdasarkan data BPBD, kawasan pesisir Kendal mengalami penurunan permukaan tanah sekitar dua hingga lima sentimeter setiap tahun. Meski angkanya masih lebih rendah dibanding sejumlah daerah lain di Pantai Utara Jawa, kondisi tersebut tetap berpotensi memperparah rob apabila terjadi secara terus-menerus.





Iwan juga menilai perubahan bentang alam di sepanjang pesisir utara Jawa memberikan pengaruh terhadap pola pergerakan air laut. Aktivitas pembangunan maupun reklamasi di sejumlah wilayah pantai dinilai dapat mengubah distribusi air sehingga berdampak pada daerah lain yang memiliki elevasi lebih rendah, termasuk Kendal.


Halaman:

Tags

Terkini