opini

GEMAR BKKBN: Peran Ayah dan Tantangan Keluarga Tidak Utuh

Jumat, 19 Desember 2025 | 09:08 WIB



Pada akhirnya, baik disebut Gerakan Ayah Mengantar Anak maupun Gerakan Ayah Mengambil Rapor, substansinya tetap sama: negara sedang mempromosikan satu model keluarga sebagai yang paling sah secara simbolik. Pertanyaannya bukan lagi apakah peran ayah penting. Pertanyaan yang lebih jujur dan politis adalah: siapa yang paling rentan ketika negara merayakan kehadiran tanpa mengakui ketidakhadiran?





Jawabannya jelas. Anak-anak dari keluarga yang telah rapuh sejak awal: anak yatim, anak korban bencana di Sumatra, anak buruh migran, serta anak dari ibu tunggal yang hidup dalam ketidakpastian ekonomi. Mereka tidak dihukum secara administratif, tetapi mengalami hukuman simbolik. Dipaksa menjelaskan absennya orang lain. Dipaksa belajar terlalu dini bahwa negara lebih ramah pada keluarga yang utuh di atas kertas.





Di titik ini, negara tidak lagi dapat bersembunyi di balik kata “anjuran”. Karena anjuran dari otoritas tetap merupakan bentuk pengaturan. Jika kebijakan ini benar-benar ingin berpihak pada kepentingan terbaik anak, maka ia harus dimulai dari pengakuan atas kerentanan, kehilangan, dan ketimpangan sosial, bukan sekadar memoles figur ayah ideal.





Tanpa koreksi mendasar, GEMAR berisiko menjadi kebijakan yang memuji mereka yang mampu dan melukai mereka yang telah lebih dulu jatuh. Dan seperti yang kerap terjadi, ibu tunggal kembali berdiri sendirian di ruang sekolah, menegakkan tubuhnya sambil menanggung pertanyaan yang seharusnya dialamatkan kepada negara.





Penulis : Emma Wijaya





Editor : Danang Afi


Halaman:

Tags

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB