opini

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia di Tengah Tantangan Digitalisasi dan Global

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:44 WIB


By Reza Bagoes Widiyantoro





Ekonomi kreatif menjadi tulang punggung baru dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor ini mencakup 17 subsektor, mulai dari kuliner, fasion, kriya, hingga aplikasi dan pengembangan gim.





Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2024), kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan, mencapai lebih dari Rp 1.300 triliun pada tahun 2023. Di balik angka yang meningkat sektor ekonomi kreatif Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan structural, salah satunya adalah ketimpangan digital antara pelaku kreatif di wilayah perkotaan dan pedesaan.





Penetrasi internet terus meningkat, namun masih banyak pelaku UMKM kreatif yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya. Permasalahan literasi digital, keterbatasan akses pembiayaan, serta rendahnya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual juga menjadi hambatan utama dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.





Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengatasi tantangan tersebut, meelalui program BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) serta pendampingan pelaku ekonomi kreatif melalui Bekraf Go Startup dan Dana Indonesiana, pemerintah berupaya memperkuat kapasitas pelaku industri kreatif.





Upaya ini perlu ditingkatkan, terutama dalam memperluas jangkauan ke daerah-daerah non-metropolitan yang juga memiliki potensi kreatif luar biasa. Di tengah persaingan global, pelaku industri kreatif Indonesia juga perlu didorong untuk menghasilkan produk dengan nilai budaya lokal yang tinggi.





Produk ekonomi kreatif tidak hanya berperan dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam diplomasi budaya Indonesia. Konten berbasis lokal seperti batik, cerita rakyat, atau kesenian tradisional yang dikemas dalam media modern (seperti animasi atau gim) dapat menjadi sarana promosi budaya yang efektif di pasar global.


Halaman:

Tags

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB