KENDAL, inspiratifonline.com — Perkembangan demokrasi di tingkat lokal maupun nasional menuntut keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat.
Ruang sipil yang sehat tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada peran mahasiswa, pers, dan lembaga advokasi dalam menjaga keseimbangan kritik dan tanggung jawab publik. Berangkat dari semangat tersebut,
YLBH Putra Nusantara Kendal menggelar forum diskusi publik pada Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor YLBH Putra Nusantara Kendal ini menghadirkan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, perwakilan YLBH Reza Bagoes, serta jurnalis muda Irsyad Akil yang membahas perspektif peran pers dalam dinamika ruang sipil.
Dalam pemaparannya, Tiyo menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap kritis namun konstruktif.
“Mahasiswa harus berani bersuara ketika melihat ketimpangan, tetapi kritik itu harus berbasis riset dan tetap menjaga etika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat reformasi perlu dimaknai sebagai proses berkelanjutan.