opini

Diskusi Ruang Sipil di Kendal: Soroti Peran Mahasiswa, Pers, dan Advokat

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:28 WIB



“Reformasi bukan hanya romantisme sejarah. Ia harus terus diperjuangkan melalui gagasan dan partisipasi nyata generasi muda,” katanya.





Sementara itu, Reza Bagoes menyoroti pentingnya advokasi hukum dalam memastikan hak-hak warga tetap terlindungi.





“Lembaga bantuan hukum hadir untuk mendampingi masyarakat agar tidak kehilangan akses terhadap keadilan. Semua langkah advokasi tentu harus sesuai koridor hukum,” jelasnya.





Di sisi lain, Irsyad Akil menekankan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pengawas sosial sekaligus penyambung informasi publik.





“Pers harus independen dan berimbang. Kebebasan itu penting, tetapi profesionalisme dan akurasi jauh lebih utama agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.





Forum tersebut ditutup dengan harapan agar kolaborasi antara mahasiswa, pers, dan advokat terus diperkuat dalam menjaga demokrasi di tingkat daerah.





“Ruang sipil akan tetap sehat jika kita semua mau berdialog, saling mengoreksi, dan tetap berpegang pada nilai hukum serta etika,” pungkasnya.


Halaman:

Tags

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB