Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kinerja OPD yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kami berharap seluruh OPD mampu meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kendal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri, menilai perjanjian kinerja menjadi pengingat bagi OPD untuk tetap produktif di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Semua OPD harus bisa menunjukkan performa dan meningkatkan kinerjanya, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran,” kata Cicik.
Ia menambahkan, kinerja OPD harus menghasilkan output yang jelas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapannya, setiap kegiatan benar-benar menghasilkan output maksimal yang berdampak pada peningkatan pelayanan publik,” ujarnya.
Di sektor perindustrian, Cicik menyebut fokus diarahkan pada penguatan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Kami akan meningkatkan pemberdayaan dan pembinaan pelaku IKM, mulai dari fasilitasi perizinan, penguatan legalitas usaha, hingga mendorong mereka masuk ke e-katalog,” ungkapnya.