KENDAL, inspiratifonline.com — Keberadaan Pondok Pesantren An Nur Kersan, yang dikenal sebagai pesantren tertua di Kabupaten Kendal, kini berada dalam ancaman serius akibat potensi luapan Kali Bodri. Kondisi sungai yang terus memburuk memicu kekhawatiran di kalangan santri maupun warga sekitar.
Pesantren yang terletak di Dukuh Kersan RT 01 RW 02, Desa Tegorejo itu berada sangat dekat dengan aliran Kali Bodri, hanya sekitar 50 meter. Jarak tersebut dinilai rawan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan debit air sungai meningkat.
Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kendal, Abdul Syukur, menyoroti kondisi tersebut dan menyatakan akan mendorong adanya perhatian serius dari pemerintah daerah hingga tingkat provinsi.
“Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan kelangsungan pondok pesantren tertua di Kendal. Kami akan menyampaikan persoalan ini agar Pemkab Kendal dan Pemprov Jawa Tengah segera bertindak,” ujar Abdul Syukur.
Sikap serupa disampaikan anggota Komisi C DPRD Kendal, Helmy. Ia menegaskan bahwa penanganan Kali Bodri tidak bisa dilakukan setengah-setengah dan harus berorientasi jangka panjang.
“Permasalahan ini perlu penanganan konkret dan berkelanjutan, karena dampaknya bukan hanya bagi warga, tetapi juga lembaga pendidikan keagamaan,” katanya.
Sementara itu, Raisul Ma’had Pondok Pesantren An Nur Kersan, Gus Kholid, mengungkapkan keresahan yang dirasakan para santri akibat kondisi sungai yang kian mengkhawatirkan.