• Minggu, 20 September 2026

Gara-gara Konten Katsu “Hilang Ingatan 70 Persen”, Oknum Pegawai SPPG Bantul Minta Maaf dan Ngaku Cuma Candaan

Photo Author
Haini Maftuhah, InspiratifOnline.com
- Minggu, 20 September 2026 | 19:00 WIB
Pegawai SPPG Bantul pamer katsu masakan kemarin dalam video viral yang diduga sindir korban MBG Karo. (inspiratifonline.com/dok. Istimewa)
Pegawai SPPG Bantul pamer katsu masakan kemarin dalam video viral yang diduga sindir korban MBG Karo. (inspiratifonline.com/dok. Istimewa)

NASIONAL, inspiratifonline.com - Seorang oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Dlingo, Bantul, DIY berinisial GP akhirnya menyampaikan klarifikasi atas tayangan videonya yang mendadak viral di jagat maya.

GP yang menjabat di lini pengawasan keuangan ini sebelumnya panen hujatan lantaran dituduh menyindir para siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

Di dalam rekaman yang beredar, GP tampak menyantap hidangan chicken katsu yang diakuinya sebagai sisa olahan hari sebelumnya.

“Gue makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak?” Ujarnya sambil menggigit ayam tersebut.

Baca Juga: Viral Moreno Soeprapto Video Call Sambil Julurkan Lidah Saat Rapat DPR, Begini Klarifikasinya

“Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” lanjutnya sambil tertawa.

Dalih Bikin Konten Cuma Have Fun

Merespons gelombang kritik, GP membeberkan bahwa rekaman berdurasi singkat itu sejatinya dibuat pada Jumat (18/9/2026) untuk konsumsi pribadi di fitur Status WhatsApp.

“Di hari Jumat kemarin, saya bikin story makan katsu, di mana katsu itu masakan dari hari sebelumnya,” ujar GP, dikutip dari video yang diunggah oleh akun Threads @zumaahmad9 pada Minggu, 20 September 2026.

“Saya cuma have fun aja makan katsu masakan kemarin dan itu masih enak. Dan saya bilang juga kehilangan ingatan saya tujuh puluh persen,” imbuhnya.

Baca Juga: Terseret Kasus Vape Narkoba! Selebgram Jule Ditangkap di Apartemen, Hasil Tes Urine Positif

Bantah Menyindir Korban Keracunan MBG

GP menampik tudingan bahwa penggunaan frasa 'tujuh puluh persen' ditujukan untuk mengolok-olok musibah yang dialami para siswa di Karo.

“Walaupun saya bilang 70 persen, tapi itu dilihat dari kacamata universal, itu 70 persen bisa menyinggung apapun yang ada. Saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan dari program pemerintah, itu tidak. Saya tidak menyinggung program pemerintah,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Haini Maftuhah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X