“Ini suatu bukti bahwa di mana ada usaha di situ pasti ada hasil, di mana ada perjuangan di situ ada janji yang sangat disimpan,” katanya.
Nasaruddin juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.
Menurutnya, terdapat berbagai cabang dan kategori yang diperlombakan dalam ajang tersebut, termasuk kaligrafi yang menggunakan teknologi informasi.
“Selamat untuk perhelatan MTQ Nasional yang luar biasa ini. Saya kira pemerintah provinsi Jawa Tengah sudah langsung hilang capeknya, karena terjadi prestasi yang luar biasa,” kata dia.
Prestasi sebagai runner up menjadi modal bagi Jawa Tengah untuk menghadapi penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya. Pada 2027, ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di DKI Jakarta.
Baca Juga: Kasus Suap HGB Bogor Jadi Sorotan, Eks Penyidik KPK Minta Aktor Utama Dibongkar
Nasaruddin berharap Jawa Tengah dapat mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan prestasinya pada kompetisi mendatang.
“Mudah-mudahan nanti Jawa Tengah bisa mempertahankan, kalau perlu bisa meraih posisi juara umum. Jawa Tengah sangat potensial, di sini kota pesantren dan potensi-potensi kandidat juara itu banyak sekali,” jelasnya.
Selain prestasi kafilah, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang juga mendapat perhatian karena mencatatkan rekor MURI.
Nasaruddin berharap pengalaman Jawa Tengah dalam menjadi tuan rumah dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang dipercaya menyelenggarakan MTQ Nasional.
“Ini menjadi contoh untuk provinsi lain siapapun yang menjadi penyelenggara MTQ Nasional,” pungkasnya.