Palestina: Luka yang Terlalu Lama Dibiarkan Terbuka
Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya selalu dihindari: berapa lama sebuah penderitaan harus berlangsung agar dunia berhenti menyebutnya konflik dan mulai menyebutnya kegagalan moral bersama?
Dalam konflik Palestina-Israel, dunia berkali-kali dihadapkan pada dilema moral. Amnesty International dalam laporannya tahun 2022 menyatakan bahwa kebijakan Israel terhadap warga Palestina memenuhi unsur-unsur yang mereka kategorikan sebagai praktik apartheid menurut hukum internasional.
Jalur Gaza, dengan blokade yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, oleh PBB digambarkan sebagai wilayah dengan krisis kemanusiaan kronis. Akses terhadap air bersih, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar menjadi persoalan sehari-hari (UNOCHA). Luka ini tidak hanya statistik. Ia menjelma menjadi ingatan kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Konflik Regional: Kedaulatan yang Kerap Terlupakan
Sejarah di Lebanon, Suriah, dan kawasan sekitarnya memperlihatkan bahwa operasi militer lintas batas Israel bukan tanpa konsekuensi sipil. Invasi Lebanon 1982, termasuk tragedi di Sabra dan Shatila, tercatat dalam laporan PBB sebagai salah satu episode kelam konflik modern.
Serangan udara Israel ke wilayah Suriah, yang kerap dibenarkan sebagai langkah pertahanan diri preventif, menimbulkan pertanyaan mendasar: sampai sejauh mana prinsip kedaulatan negara masih dihormati ketika keamanan dijadikan alasan utama?
Venezuela dan Preseden Lama yang Kembali Muncul
Pada awal Januari 2026, BBC Indonesia melaporkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi yang melibatkan aparat Amerika Serikat. Pemerintah Venezuela menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara Washington mengaitkannya dengan proses hukum yang mereka klaim sah.