opini

Ancaman Tersembunyi “Cyber Algorithma” pada Negeri Ini

Kamis, 8 Januari 2026 | 07:15 WIB


Opini, Inspiratifonline.com - Pernahkah kamu merasa bahwa akhir-akhir ini media sosial terasa lebih "ngeri" dari biasanya? Jika kamu membuka aplikasi seperti TikTok, Instagram, atau X (sebelumnya Twitter), muncul konten yang membuat kita merasa kesal, marah, atau benci pada kelompok tertentu.





Kita yang menemukan mungkin mengira itu hanya kebetulan atau sekadar opini orang lewat. Namun, kenyataannya jauh lebih berbahaya: sebagian orang percaya bahwa Indonesia sedang menghadapi serangan "Cyber-Algoritma Media Sosial."





​Sederhananya, ini bukan sekadar orang berdebat di kolom komentar. Ini adalah bentuk serangan terhadap pikiran kita yang direncanakan secara matang. Tujuannya satu, membuat rakyat Indonesia saling benci satu sama lain, sehingga bangsa ini lemah dari dalam.





​Bagaimana Cara Kerja Serangan Ini?





​Algoritma media sosial dirancang untuk memberikan apa yang kita sukai agar kita betah berlama-lama di sana (FYP: For Youre Page). Namun, teknologi ini sekarang seolah "dipersenjatai". Polanya tidak lagi acak, atau sesuai dengan apa yang kita sukai melainkan sangat terarah menampilkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).





​Mari kita lihat apa yang terjadi belakangan ini. Muncul narasi-narasi yang kembali mengangkat isu kemerdekaan di Aceh, lalu ada konten yang sengaja membenturkan identitas suku Sunda, Madura, dan Jawa, hingga memanaskan suasana antara penduduk asli Bali dengan para pendatang.





​Ini bukan perkembangan sosial yang alami. Ini adalah perang hibrida. Di zaman dulu, jika sebuah negara ingin menjatuhkan negara lain, mereka harus mengirim tentara dan tank. Sekarang, mereka cukup mengirim "konten" ke ponsel kamu.





Jika ribuan orang melihat konten yang memecah belah setiap hari, lama-kelamaan persaudaraan kita akan luntur. Lalu, berganti menjadi rasa curiga.


Halaman:

Tags

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB