opini

Ancaman Tersembunyi “Cyber Algorithma” pada Negeri Ini

Kamis, 8 Januari 2026 | 07:15 WIB



​Belajar dari Kehancuran Negara Lain





​Sejarah adalah guru terbaik. Kita tidak boleh sombong dan merasa Indonesia akan aman selamanya.





Banyak negara yang tadinya damai, menjadi porak-poranda, karena masyarakatnya diadu domba lewat algoritma digital dan isu identitas.





​1. Kasus Libya (Arab Spring)





​Libya dahulu adalah salah satu negara terkaya di Afrika dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan gratis.





Namun, melalui media sosial, narasi kebencian terhadap pemerintah dan antar-kelompok disebarkan secara masif. Algoritma membantu pesan-pesan provokatif menyebar lebih cepat daripada pesan perdamaian.





Hasilnya, Negara tersebut pecah dalam perang saudara berkepanjangan. Hingga hari ini, Libya kesulitan untuk bersatu kembali, ekonominya hancur, dan kekayaan minyaknya justru dikelola atau dipengaruhi oleh kepentingan asing.





​2. Kasus Myanmar (Isu Rohingya)





​Ini adalah contoh nyata bagaimana algoritma media sosial menaikan konten kebencian. Pesan-pesan yang menghasut kemarahan satu kelompok terhadap kelompok lain disebarkan secara sistematis oleh akun-akun tertentu.

Halaman:

Tags

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB