opini

Mengapa Kita Mudah Tertipu di Era Algoritma?

Jumat, 9 Januari 2026 | 01:37 WIB



Beberapa waktu lalu, aku sempat terjebak dalam rasa kagum yang berlebihan terhadap teknologi AI.





Aku merasa ia adalah "otak" baru yang bisa menjawab segala kegelisahanku. Ia bisa menjawab dengan kalimat-kalimat yang puitis dan terstruktur.





Namun, ada satu momen yang membuatku tersadar. Sebuah momen yang cukup memalukan secara personal, bagi seorang penulis seperti aku.





Aku mencoba meminta saran tentang sebuah masalah yang sedang kuhadapi. AI tersebut menjawab dengan sangat lancar, memberikan poin-poin yang terlihat sangat solutif.





Namun, setelah kupikirkan lagi sambil merenung di tengah malam. Aku sadar bahwa jawaban itu kosong. Ia hanya merangkai kata-kata yang umum digunakan untuk menanggapinya, tanpa benar-benar memahami rasa sakitnya. Juga gagal secara logika.





Di situlah aku belajar tentang istilah Artificial Narrative Fluency. AI hari ini sebenarnya bukanlah sebuah otak yang bernalar. Ia adalah aktor yang sangat mahir menyamar sebagai otak. Ia hanya memiliki kelancaran bersandiwara, seolah cerdas karena ia dilatih untuk menata kata.





Ia bukan untuk memahami makna di balik kata-kata tersebut.Kita sebagai manusia seringkali melakukan kesalahan fatal: kita menilai kemampuan menata kata sebagai kemampuan bernalar. Padahal, keduanya berada di kelas yang berbeda. Seseorang bisa saja pandai menghafal sesuatu yang hebat, tanpa pernah benar-benar menemukan akar masalahnya.





Bca juga: Amerika Serikat: Di Tengah Bayang Dunia dan Pax Judaica

Halaman:

Tags

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB