Opini, Inspiratifonline.com - Aku yakin kamu pernah merasakan ini. Berjalan di trotoar yang bersih, lalu tiba-tiba melihat seseorang dari mobil mewah atau mahasiswa dengan jaket almamater keren, membuang bungkus plastik begitu saja ke jalanan.
Rasanya ada yang bergejolak di dalam dada, bukan? Kita sering sepakat bahwa pendidikan adalah salah satu jalan menuju kesuksesan.
Namun melihat pemandangan itu, aku mulai bertanya-tanya. Apakah kita selama ini hanya mengejar angka dan melupakan etika?
Dalam tulisan ini, aku ingin mengajakmu menyelami sebuah ironi yang sering kita abaikan, di balik megahnya gedung sekolah dan universitas.
Kita akan membedah mengapa pendidikan moral sering kali kalah telak oleh ego. Lal, bagaimana sebuah kesalahpahaman tentang "makna menjadi terdidik" justru mengotori masa depan kita semua.
Jebakan Gelar yang Membuat Kita Merasa "Lebih Tinggi"
Beberapa waktu lalu, aku sempat mengobrol dengan seorang teman yang baru saja menyelesaikan gelar magisternya.
Dia cerdas, IPK-nya nyaris sempurna. Namun, saat kami makan di pinggir jalan, dia meninggalkan tisu bekas dan botol plastiknya begitu saja di bawah meja. Ketika aku menegurnya pelan, dia hanya menjawab, "Ah, nanti juga ada tukang sapu yang beresin. Itu kan tugas mereka."