Aku teringat pengalamanku sendiri saat terjebak hujan di sebuah halte. Ada seorang bapak tua, pakaiannya lusuh, mungkin dia tidak pernah mencicipi bangku SMA.
Ia melihat sampah plastik yang menyumbat saluran air di dekat halte. Tanpa banyak bicara, dia membungkuk, mengambil sampah basah itu. Lalu memasukkannya ke kantongnya untuk dibuang nanti.
Di saat itu, aku merasa sangat kecil. Aku yang memegang gadget terbaru. Saat aku bangga dengan gelar yang aku punya, justru hanya diam menonton.
Bapak itu, yang mungkin dianggap "kurang berpendidikan" oleh standar masyarakat, justru menunjukkan tingkat intelektualitas moral, yang jauh melampaui rata-rata kita.
Inilah bukti nyata bahwa pendidikan, bukan hanya soal apa yang kamu pelajari di dalam kelas. Namun, apa yang kamu praktikkan di luar kelas.
Pengalaman (Experience) nyata di lapangan menunjukkan bahwa karakter dibentuk oleh kesadaran, bukan sekadar hafalan teori sosiologi, ekologi dan sejenisnya.
Jika pendidikan tidak mampu membuatmu merasa malu saat mengotori lingkungan, maka ada yang salah dengan cara kita belajar dan berpikir.