Baca juga: Gen Z, Apatisme, dan Demokrasi yang Kehilangan Daya Tarik
Mengubah Pola Pikir: Kembali ke Akar Moralitas dan Tanggung Jawab
Lalu, bagaimana kita memperbaiki ini? Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan narasi, "Sarjana yang Mengotori Masa Depan" ini menjadi normal baru. Kita perlu melakukan dekonstruksi, terhadap apa yang kita sebut sebagai "orang terdidik."
Pertama, kita harus sepakat bahwa pendidikan tanpa adab hanyalah pemborosan waktu.
Aku sering bilang ke diriku sendiri, "Jangan sampai gelarmu hanya membuatmu menjadi penindas bagi lingkunganmu sendiri." Kita perlu menumbuhkan kembali rasa bersalah yang sehat. Rasa malu saat kita melanggar aturan kecil, sinyal akan nurani kita yang masih berfungsi.
Kedua, mulailah melihat sekitar dengan kacamata kesetaraan.
Orang yang memungut sampahmu di jalan bukan berarti mereka lebih rendah darimu. Justru, mereka sedang memperbaiki kekacauan yang kamu buat. Secara moral, mereka berada jauh di depanmu.
Percayalah, dunia tidak butuh lebih banyak orang pintar yang arogan.
Dunia butuh orang-orang yang sadar akan setiap tindakan kecil. Sadar seperti menyimpan bungkus permen di kantong sampai menemukan tempat sampah, adalah bentuk penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri.