Untuk memastikan sistem berjalan, Pemerintah Desa Nawangsari menerapkan skema pengambilan sampah langsung dari rumah warga. Setiap pagi, sampah dikumpulkan dan diangkut oleh armada DLH Kendal sehingga tidak ada lagi penumpukan di ruang publik.
Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, menegaskan bahwa penutupan TPS liar merupakan bagian dari upaya membangun budaya disiplin dalam pengelolaan sampah.
“Kami minta masyarakat mengikuti mekanisme yang sudah ada. Jangan lagi membuang sampah sembarangan setelah diangkut,” tegasnya.
DLH Kendal juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengawasan berbasis teknologi. Pemasangan kamera pemantau di titik rawan pembuangan liar sedang dikaji untuk mencegah pelanggaran berulang.
Selain penertiban, Aris juga mendorong warga mulai mengelola sampah dari sumbernya. Sampah organik diarahkan untuk diolah, sementara sampah nonorganik dapat disalurkan melalui bank sampah agar memiliki nilai ekonomis.
Dengan langkah ini, Pemkab Kendal berharap wajah Kota Weleri tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi pengguna jalan maupun aktivitas pendidikan di sekitarnya.***