politik

Pemdes dan Warga Tunggulsari Perkuat Sikap, Penolakan Galian C Kembali Disuarakan

Senin, 22 Juni 2026 | 02:42 WIB



"Sehingga saya selaku Ketua BPD memberi wadah kepada masyarakat untuk menyelenggarkan musawarah atau rembuk desa penyerapan aspirasi masyarakat yang utamanya menyangkut galian C pada malam hari ini," katanya.





Dalam kesempatan itu, Siti menegaskan bahwa hasil Musdesus yang digelar pada 23 Juni 2025 masih menjadi komitmen bersama antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat.





"Insya Allah, tidak insya Allah, ini saya menegaskan kembali bahwa kami BPD, pemerintah desa, dan warga Tunggul Sari tetap berkomitmen dengan hasil musdes pada tanggal 23 Juni tahun 2025 bahwa di sana tertelak sebagian masyarakat besar menolak galian C di Tunggul Sari," tegasnya.





Ia juga berharap wilayah Tunggulsari tetap terjaga dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.





"Harapannya ke depan tidak ada lagi galian C di Tunggul Sari, tidak ada lagi orang-orang yang punya kepentingan merusak alam di Tunggul Sari. Sangat miris sekali orang Tunggul Sari, tapi punya kepentingan merusak alam Tunggul Sari. Apalagi itu ada di depan SD. Itu kan sangat-sangat tidak akan merugikan warga Tunggul Sari," lanjutnya.





Pandangan serupa disampaikan Ketua Ranting NU Tunggulsari, Ahmad Taufik. Ia menyebut pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keputusan warga pada Musdesus tahun lalu masih dihormati oleh seluruh elemen masyarakat.





"Membahas adalah penegasan kembali orang hasil musdesus pada tahun 2025 karena ada upaya-upaya dari penampang untuk merayu masyarakat jadi kita menegaskan kembali bahwa seluruh elemen masyarakat, dan agama itu menolak, menghargai mengunjung tinggi proses yang ada di musjid tahun lalu," ujarnya.





Dari hasil musyawarah tersebut, warga bersepakat untuk membawa aspirasi mereka ke DPRD sebagai bentuk tindak lanjut dari suara masyarakat yang kembali disampaikan dalam forum malam itu.

Halaman:

Tags

Terkini