Ia mencontohkan beberapa kasus pembangunan yang dinilai memunculkan persoalan sosial dan lingkungan akibat kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.
“Kasus seperti di Merauke sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di daerah lain, misalnya Wadas di Jawa Tengah. Warga sering kali menghadapi perubahan besar di wilayahnya tanpa proses dialog yang cukup,” katanya.
Menurutnya, pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat dapat memicu hilangnya ruang hidup warga serta tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.
“Bukan hanya lingkungan yang terdampak, tetapi ruang sosial dan budaya masyarakat juga perlahan ikut berubah. Karena itu masyarakat perlu dilibatkan dalam setiap proses pembangunan,” pungkasnya.