Dalam tausiyahnya, Ustadz Luqman Haqim mengingatkan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.
“Puasa bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana kita menjaga sikap, lisan, dan perbuatan agar tidak mengurangi pahala yang sudah kita niatkan,” tuturnya.
Sesi dialog interaktif turut digelar untuk memberikan ruang tanya jawab seputar persoalan ibadah yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Luqman menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.
“Harapannya bagi kalangan anak muda, Ramadhan menjadi media penataan diri. Sehingga saat bulan ini berakhir, iman itu tetap tertanam kuat. Intinya, anak muda harus bisa menjadi contoh dengan menginisiasi kegiatan positif,” pungkasnya.
Penulis: Chanif Eka W