Sementara itu, Ketua Panitia, Maskur Amin, menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut dikembangkan dengan konsep pendidikan terpadu antara sekolah formal dan pembinaan pesantren. Selain kurikulum umum, peserta didik akan mendapatkan pembelajaran tahfiz Al-Qur'an, pendidikan keagamaan, serta pembinaan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, sekolah telah dilengkapi gedung empat lantai beserta fasilitas penunjang, termasuk asrama dan layanan kebutuhan santri. Pada tahun pertama, penerimaan peserta didik dibuka untuk satu rombongan belajar dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh yayasan.
"Harapan kami, sekolah ini menjadi ruang lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan yang berkualitas harus dapat diakses siapa saja, sehingga semakin banyak anak-anak yang memperoleh kesempatan belajar dan berkembang," pungkasnya.