“Sebagai orang baru, saya meminta dukungan dalam menjalankan tugas. Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri dan kami juga masih terus melakukan perbaikan,” kata Ratna.
Menurut Ratna, persoalan tawuran dan kenakalan remaja masih menjadi perhatian. Selain meningkatkan patroli, kepolisian juga akan memperkuat pemantauan aktivitas di ruang digital yang dinilai memiliki pengaruh terhadap munculnya sejumlah persoalan di kalangan anak muda.
“Kami akan tetap melanjutkan program yang sudah berjalan, termasuk penanganan kreak dan tawuran. Patroli juga kami tingkatkan, termasuk patroli siber karena banyak aktivitas pelaku yang berawal dari media sosial,” ujarnya.
Ia mengajak PCNU bersama organisasi kepemudaan di bawahnya ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan anak-anak dan remaja di Kabupaten Kendal.
“Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita. Mereka adalah masa depan, sehingga keamanan dan kondusivitas Kendal juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Ratna.
Ketua Ansor Kendal Ali Nurudin menyatakan kesiapan organisasinya untuk melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terbangun dengan Polres Kendal.
“Ansor sebelumnya sudah sering berkolaborasi dengan Polres Kendal dalam berbagai kegiatan. Kami siap memperkuat sinergi dan komunikasi agar kerja sama ke depan semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Banser Kendal Primadiyanto menegaskan bahwa Banser siap menjadi mitra kepolisian sesuai dengan kapasitas dan ruang tugasnya.