KENDAL, inspiratifonline.com – Halaman dan area dalam Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu, Kendal, berubah menjadi lautan manusia pada Ahad (20/9/2026).
Ribuan warga dari Kaliwungu maupun luar daerah, lengkap bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, tumpah ruah menghadiri peringatan Dzikro Haul KH. Ahmad Ru’yat (Mbah Ru’yat), Simbah Wali Musyaffa’, dan Masyayikh Kaliwungu.
Suasana khidmat terasa sejak pagi hari jam 07.00 WIB. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan Maulid Addhiba'i, Surah Yaasin, Dzikir Aurat (Musabbi'aat), Tahlil, hingga pembacaan Manqobah karomah dan keteladanan almarhum para ulama.
Kisah dan Sosok Mbah Ru’yat: Mahaguru Para Kiai Nusantara
Peringatan haul besar ini digelar untuk mengenang jasa luar biasa KH. Ahmad Ru’yat (lahir 1885 M / wafat 1968 M).
Baca Juga: Khaul Akbar Kaliwungu Ramai, UMKM Lokal Ikut Kecipratan Rezeki
Sosok ulama sepuh Kaliwungu ini dikenal sebagai mahaguru atau Grand Syaikh-nya ulama-ulama besar.
Semasa hidupnya, Mbah Ru'yat merupakan pengasuh Pondok Pesantren APIK Kauman, Kaliwungu. Beliau adalah sosok yang sangat alim, zuhud, dan tawadhu'.
Meski tidak meninggalkan keturunan biologis, Mbah Ru’yat melahirkan ribuan murid spiritual yang kini menjadi ulama ternama di berbagai penjuru Nusantara, seperti KH. Abuya Dimyati (Pandeglang), Abah Anom (Suryalaya), KH. Dimyati Rois, hingga KH. Asror Ridwan.
Oleh masyarakat Kaliwungu, beliau dikenal sebagai waliyullah yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengajar ilmu agama.
Sinergi Warga dan Santri: Tradisi Sedekah Berkah
Tidak hanya kekhusyukan doa, momen haul ini juga diwarnai dengan tingginya semangat kepedulian sosial warga sekitar.
Baca Juga: SPSI-SPTI Kendal Tolak Rencana Aksi di KIK, Khawatir Ganggu Investasi dan Lapangan Kerja
Pemandangan menarik terlihat di sekeliling area masjid, di mana kardus-kardus air mineral dan tumpukan nasi bungkus berjajar rapi untuk dibagikan secara gratis kepada para jamaah dan santri yang hadir.