Marisa, salah satu warga setempat yang ikut bersedekah, mengungkapkan rasa syukur dan gembiranya bisa menjadi bagian dari peringatan haul tahun ini.
"Momen Haul Mbah Ru’yat dan Masyayikh ini selalu kami tunggu-tunggu tiap tahunnya. Saya bersama warga sekitar secara swadaya menyumbang nasi bungkus dan air mineral untuk dibagi-bagikan kepada para tamu, santri, dan jamaah yang datang dari jauh. Bagi kami, ini bentuk rasa hormat dan mengharap berkah dari peninggalan para guru serta ulama Kaliwungu," ujar Marisa di lokasi acara.
Baca Juga: Tamu Mulai Berdatangan ke Kaliwungu, Dzikir Haul KH Ahmad Ru’yat Digelar Minggu Pagi
Kemeriahan dan kehangatan tradisi kebersamaan ini menegaskan betapa sosok KH. Ahmad Ru’yat dan Masyayikh Kaliwungu terus melekat di hati masyarakat.
Peringatan haul ini tidak hanya menjadi sarana mendoakan para pendahulu, tetapi juga mempererat tali ukhuwah serta semangat berbagi antarsesama.***