• Selasa, 22 September 2026

Horor yang Bertahan Sepuluh Tahun: Review Tumbal Pitung Dino

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Rabu, 17 Desember 2025 | 14:51 WIB


Lifestyle, Inspiratifonline.com - Cerita horor memiliki tempat tersendiri di tengah pembaca Indonesia. Hal itu tercermin dari sambutan terhadap novel Tumbal Pitung Dino karya Bangrey, yang telah dibaca puluhan ribu pembaca di platform KBM App dan meraih penghargaan Karya Terbaik Kompetisi Literasi Indonesia (KLI) Season 3.





Namun, daya tarik novel ini tidak semata terletak pada label populer atau penghargaan yang diraihnya. Tumbal Pitung Dino menawarkan horor yang bekerja perlahan, menempel di ingatan, dan memancing rasa penasaran pembaca untuk terus melanjutkan halaman demi halaman, meski sejak awal disadarkan bahwa sesuatu yang mengerikan sedang menunggu.





Sejak pembuka, Bangrey langsung menyeret pembaca ke dalam situasi krisis: sebuah rumah terbakar di desa pinggir hutan, jeritan minta tolong dari balik api, serta warga yang berusaha memadamkan kobaran dengan kegelisahan yang nyata. Tidak ada pengantar panjang atau penjelasan bertele-tele. Cerita dibuka tepat di pusat kekacauan, sebuah pilihan yang efektif untuk segera membangun ketegangan.





Bab awal ini menampilkan kekuatan utama novel, yakni atmosfer yang padat dan hidup. Desa Mbangmayit tidak sekadar hadir sebagai latar, melainkan sebagai entitas sosial yang bernapas. Sosok sesepuh desa, warga dengan sikap ambigu, tradisi yang dijalankan, hingga suara radio gamelan yang menyala di tengah malam, semuanya membentuk suasana yang sejak awal terasa ganjil.





Horor yang Tumbuh dari Sunyi: Misteri Desa Mati





Api memang membakar rumah Sukma, tetapi yang sesungguhnya membara adalah ketegangan kolektif yang tak terucap. Ada sesuatu yang disembunyikan, dan pembaca dapat merasakannya jauh sebelum cerita mengungkapkannya secara eksplisit.





Tokoh Mbah Mangun menjadi pusat gravitasi moral dalam cerita. Ia bukan sekadar sesepuh desa, melainkan penjaga keseimbangan sekaligus simbol dari rahasia yang telah mengendap lama. Keputusannya menahan Ngadiman, yang berusaha menyelamatkan Sukma, tampak kejam di permukaan. Namun justru di situlah horor bekerja: pembaca dipaksa bertanya mengapa sosok yang dianggap paling bijak justru melarang tindakan penyelamatan.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X