Sofyan menambahkan, masih terdapat lima titik parkir yang belum terlelang, yakni di wilayah Sukorejo, Patebon, Boja, Gemuh, dan Cepiring.
Tidak terlelangnya sejumlah titik tersebut dipengaruhi oleh perubahan aktivitas dan perkembangan wilayah.
“Dinamika wilayah sangat berpengaruh. Ada lokasi yang dulunya ramai, tetapi sekarang menjadi sepi karena perubahan pusat aktivitas,” jelasnya.
Untuk titik parkir yang belum diminati, Dishub Kendal akan menerapkan mekanisme penunjukan langsung kepada pengelola parkir yang dinilai memiliki kinerja dan integritas baik sebagai bentuk apresiasi.
"Kami akan menunjuk langsung pengelola yang kinerjanya bagus. Itu semacam reward. Kalau masih belum memungkinkan, baru ditawarkan ke pihak lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal menyampaikan bahwa pelelangan parkir secara terbuka diharapkan mampu meningkatkan PAD sekaligus mendorong tata kelola parkir yang lebih profesional dan tertib.
“Melalui sistem lelang terbuka ini, PAD bisa meningkat dan masyarakat Kendal juga ikut berpartisipasi dalam pengelolaan parkir tepi jalan umum secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Salah seorang pengawas jalannya pelelangan, Erwin, menilai hasil lelang parkir Terminal Bahurekso menjadi capaian positif bagi daerah.