“Literasi adalah cara kita memahami hidup, merawat akal sehat, dan membangun keberanian untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ruang literasi alternatif harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Anak muda membutuhkan ruang yang inklusif, tempat mereka bisa belajar tanpa merasa dihakimi,” katanya.
Sementara itu, Hizkia Arya P yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan menyatakan kesiapannya membawa semangat baru.
“Kami ingin memperluas dampak gerakan ini agar semakin banyak anak muda yang merasakan bahwa literasi itu menyenangkan dan membebaskan,” ungkapnya.***