Dalam penyampaiannya, Muhaimin menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
“Mahasiswa jangan hanya kuat secara akademik, tetapi juga harus mampu menghadapi berbagai situasi dan menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Ketua panitia LKMM-TD 2026, M. Ahsin Ihda Umam, menjelaskan rangkaian kegiatan dikemas melalui materi kepemimpinan, simulasi organisasi, diskusi interaktif, hingga penguatan kerja sama tim.
“Kami ingin peserta belajar secara langsung bagaimana membangun komunikasi organisasi, menyelesaikan persoalan, dan memahami pentingnya kepemimpinan yang sehat,” ujarnya.
Sejumlah pemateri turut hadir memberikan pembekalan kepada peserta. Betari Imasshinta, S.Ag membawakan materi analisis diri berbasis SWOT untuk membantu mahasiswa mengenali potensi serta tantangan pribadi.
Sementara itu, Imam Khoirul Ulummudin, M.Pd.I selaku akademisi dan Ketua Aswaja Centre membahas konsep kepemimpinan dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kepemimpinan harus dibangun dengan nilai, keteladanan, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Materi lain disampaikan An’im Falahudin, M.Pd mengenai internalisasi nilai dan role model organisasi mahasiswa.