Massa juga menyoroti persoalan kemiskinan struktural, kerusakan lingkungan, serta berbagai tindakan represif yang dinilai masih terjadi terhadap kelompok masyarakat sipil.
Seluruh tuntutan tersebut kemudian disampaikan kepada perwakilan DPRD Jawa Tengah sebagai bentuk tekanan politik agar aspirasi mahasiswa dapat ditindaklanjuti.
Meski berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan, aksi berjalan relatif kondusif.
Di penghujung demonstrasi, PMII menegaskan bahwa gerakan mereka tidak akan berhenti pada aksi jalanan semata, melainkan akan terus mengawal berbagai kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Negara harus kembali berpihak kepada rakyat. Ketika kebijakan kehilangan orientasi keadilan, maka kritik dan gerakan sosial menjadi bagian dari tanggung jawab demokrasi, dan tidak ada pilihan bagi pemerintah selain tunduk dan patuh terhadap tuannya (rakyat).itu adalah titah tuannya,” tutup Amri.