"Kaderisasi merupakan pondasi organisasi. Apa yang dipelajari selama Makesta jangan berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun ketika menjalankan roda organisasi," ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Kertomulyo yang menyambut baik pelaksanaan Makesta di wilayahnya. Menurut panitia, sinergi antara organisasi kepelajaran, tokoh agama, dan pemerintah desa menjadi modal penting untuk membangun ruang pembinaan bagi generasi muda.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti prosesi pembaiatan sebagai tanda resmi bergabung menjadi kader IPNU dan IPPNU. Panitia berharap semangat yang diperoleh selama Makesta tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
"Kami berharap peserta tetap aktif berproses di IPNU-IPPNU, menghidupkan organisasi di tingkat ranting maupun PAC, serta menjadi pelajar yang mampu memberi manfaat bagi agama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama," pungkas panitia.