• Selasa, 22 September 2026

Gerakan Reboisasi di Tunggulsari Dimulai, Polres Kendal Siapkan 1.000 Bibit Pohon untuk Warga

Photo Author
Admin, InspiratifOnline.com
- Rabu, 8 Juli 2026 | 04:33 WIB


KENDAL, inspiratifonline.com – Penghijauan kembali kawasan yang mulai kehilangan tutupan vegetasi menjadi salah satu langkah yang terus didorong di Kabupaten Kendal. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, penanaman pohon dinilai mampu mengurangi risiko bencana sekaligus memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.





Komitmen itu diwujudkan melalui gerakan reboisasi yang akan digelar di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong. Sebelum pelaksanaan, Polres Kendal menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah desa dan perwakilan masyarakat di Ruang Command Center Polres Kendal, Rabu (8/7/2026), untuk menyusun seluruh kebutuhan teknis kegiatan.





Gerakan tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimcam, perangkat desa, hingga masyarakat. Sebanyak 1.000 bibit pohon buah telah disiapkan, terdiri atas mangga, kelapa, alpukat, kelengkeng, dan beberapa jenis tanaman buah lainnya. Bibit tidak hanya ditanam secara simbolis, tetapi juga dibagikan kepada warga agar penghijauan terus berlanjut di lahan milik masyarakat.





Kabag Logistik Polres Kendal Kompol A. Shodiqin mengatakan, keberhasilan gerakan penghijauan tidak cukup hanya dengan menanam pohon, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama untuk merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat.





"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pihak. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. Karena itu, seluruh persiapan harus segera diselesaikan agar pelaksanaan berjalan sesuai rencana," kata Kompol A. Shodiqin.





Ketua RW 3 Desa Tunggulsari, Arkham, berharap gerakan tersebut menjadi titik awal meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hijau. Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan jauh lebih penting dibandingkan eksploitasi yang dapat memicu kerusakan alam.





"Daripada bukit dijadikan tambang galian C hingga hilang dan rawan menimbulkan bencana, lebih baik kita kembali pada pelajaran yang dulu diajarkan sejak sekolah dasar. Kalau ada hutan yang gundul, maka harus kita reboisasi. Alam harus dijaga, bukan dirusak," ujarnya.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Admin

Tags

Rekomendasi

Terkini

X