• Selasa, 22 September 2026

Hedonic Adaptation : Bahagia yang Mati Rasa

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Rabu, 17 Desember 2025 | 14:29 WIB



Kejenuhan tidak selalu berarti kegagalan menikmati hidup. Bisa jadi, kita justru terlalu “maksimal” dalam mengejar kesenangan. Segalanya tersedia kapan saja: hiburan tanpa jeda, makanan tanpa batas, distraksi tanpa henti, serta pencapaian yang silih berganti.





Ironisnya, kelimpahan tersebut justru membuat rasa syukur dan rasa senang menjadi tumpul. Kita terus menambah stimulus dengan harapan merasa lebih bahagia, padahal yang dibutuhkan sering kali justru sebaliknya: jeda.





Jeda kerap dipersepsikan sebagai kemunduran. Berhenti sejenak dianggap malas, tidak produktif, atau membuang waktu. Padahal, jeda adalah cara otak memulihkan sensitivitasnya.





Ketika kita memberi jarak, hal yang sama dapat terasa segar kembali. Kopi yang tidak diminum setiap hari terasa lebih nikmat. Waktu luang yang tidak selalu dipenuhi aktivitas terasa lebih bermakna. Bahkan kebersamaan menjadi lebih hangat ketika tidak dipaksakan terus-menerus.





Mualem : Menangis di Kursi Amanah





Kebahagiaan bukan semata soal menambah, melainkan mengatur. Bukan tentang terus mencari yang baru, tetapi memberi ruang pada yang sudah ada agar dapat dirasakan kembali. Di dunia yang bergerak cepat dan menawarkan kesenangan tanpa henti, kemampuan untuk berhenti sejenak justru menjadi bentuk kecerdasan emosional.





Mungkin hidup memang tidak selalu harus terasa luar biasa setiap hari. Ada hari-hari yang biasa, dan itu wajar. Yang penting, kita menyadari bahwa rasa “hambar” tidak selalu menandakan kekosongan makna.





Kadang, itu hanyalah sinyal bahwa kita perlu berhenti sejenak, menarik napas, dan memberi ruang agar rasa senang dapat menemukan jalannya kembali. Kita tutup pembahasan ini dengan satu frasa:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB
X