Saya pulang tanpa kesimpulan. Sebab hidup jarang memberi kesimpulan.
Yang saya bawa hanyalah kesadaran kecil: Gus Dur tidak memeluk Indonesia dengan satu cara. Ia membiarkan setiap orang merasakan pelukan sesuai kesiapan masing-masing.
Dan mungkin, selama kita masih saling memberi ruang untuk memeluk dengan cara yang berbeda-beda, Indonesia belum benar-benar kehilangan harapan.