• Selasa, 22 September 2026

Cara Gus Dur Memeluk Kita

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Minggu, 21 Desember 2025 | 04:35 WIB



Ia bercerita, bagi sebagian masyarakat Tionghoa, Gus Dur disebut Hong Tei, kaisar. Dibuatkan papan arwah dengan ornamen Masjid Agung Demak, atas rekomendasi Gus Mus. Dalam sesaji, ikan, kambing, dan ayam menggantikan babi. Tidak ada tradisi yang dibatalkan. Tidak ada iman yang dipaksa pindah rumah. Yang ada hanyalah penyesuaian, sebagaimana air menyesuaikan bentuk wadahnya tanpa kehilangan hakikatnya.





Saya tidak menyebut ini toleransi. Kata itu sudah terlalu sering dipakai sampai kelelahan. Saya lebih melihatnya sebagai rasa hormat yang tumbuh karena diberi ruang, bukan karena diwajibkan.





Kemudian suara-suara lain menyusul, pendek, nyaris seperti wirid.





Perwakilan Katolik berkata, “Terima kasih atas apa yang diwariskan.





Perwakilan Hindu juga hanya berkata, “Terima kasih.





Gus Bobi: “Matur suwun, Gus.”





Kang Makmun: “Nyuwun barokah.





Tidak ada lomba pidato. Tidak ada pembuktian siapa paling berjasa. Barangkali memang begitulah rasa syukur bekerja: ia tidak berisik, tapi menetap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB
X