"Ingatlah bahwa kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih dengan kehormatan. Jadikan ajang ini untuk meraih prestasi yang membanggakan, serta bisa menambah teman dan mempererat tali persaudaraan dengan sesama atlet sepatu roda dari daerah lain," pesan Subur.
Ia optimistis talenta usia dini yang tampil dapat terus dibina secara konsisten hingga level yang lebih tinggi.
"Dari adik-adik pemula yang kita lihat tadi sudah mempunyai bakat yang luar biasa. Mudah-mudahan event ini berlanjut untuk pembinaan ke depan, sehingga para juara akan terus dibina dan bisa berprestasi lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Subur.
Di sisi teknis pelaksanaan, Ketua Panitia Kendal Open Sepatu Roda 2026, M Qinan Nakhur, menyebut kompetisi ini dirancang untuk kelompok umur pemula dan standar demi membentuk jam terbang atlet.
"Kejuaraan ini mempertandingkan kategori pemula dan standart dengan kelompok usia mulai tingkat PAUD kemudian TK hingga sekolah dasar. Nomor yang dilombakan antara lain sprint 50 meter, 100 meter, 200 meter hingga 250 meter sesuai kategori masing-masing," beber Qinan.
Sementara itu, Ketua Pengprov Perserosi Jawa Tengah, Erlangga Ardianza, mengapresiasi hadirnya kejuaraan terbuka sebagai ajang penting simulasi dan penyaringan calon pesepatu roda berbakat Jateng.
"Kami dari Pengprov Perserosi Jawa Tengah berharap ajang kejuaraan terbuka seperti ini bisa rutin digelar. Karena dapat menjadi wadah penjaringan bibit muda, pematangan mental juara, serta sarana latihan bersama atau simulasi para atlet untuk persiapan menuju prestasi puncak," ujarmya.***