• Senin, 21 September 2026

Transformasi Desa Indonesia yang Mendunia: Strategi Glintung Go Green, BUMDes Ponggok, dan Panggungharjo

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Selasa, 24 Februari 2026 | 06:17 WIB


Opini, Inspiratifonline.com - Di sebuah gang sempit di Malang, Jawa Timur, langit tampak lebih rendah dari biasanya. Bukan karena mendung, melainkan karena atap-atap rumah warga yang berhimpitan, menyisakan ruang bernapas yang menyesakkan.





Setiap kali hujan turun, warga RW 23 di Kampung Glintung tidak lagi berdoa minta berkah; mereka justru bersiap untuk memindahkan perabotan ke tempat yang lebih tinggi. Banjir adalah tamu rutin yang tidak pernah mengetuk pintu. Namun, di tengah keputusasaan itu, seorang pria bernama Bambang Irianto tidak ingin lagi menyerah pada nasib.





Ia bukan menteri, bukan pula gubernur. Ia hanyalah seorang Ketua RW yang memiliki mimpi yang terdengar gila bagi tetangganya: mengubah kampung kumuh bin banjir ini menjadi oase hijau yang mandiri.





​Inilah potret nyata bahwa kebijakan paling radikal dan efektif di Indonesia seringkali tidak lahir di gedung tinggi Jakarta yang dingin oleh AC, melainkan di pos ronda dan balai desa yang hangat oleh aroma kopi sachet.





Kisah Bambang Irianto dan para pemimpin "akar rumput" lainnya adalah bukti bahwa jabatan hanyalah label, sementara aksi adalah legitimasi yang sesungguhnya.





​Bambang memulai revolusinya dengan hal yang paling sederhana: menabung air. Melalui gerakan "Glintung Go Green" (3G), ia mewajibkan setiap rumah memiliki lubang biopori.





Awalnya, ia dicibir. Warga merasa itu hanya membuang tenaga. Namun, ketika musim hujan tiba dan RW 23 menjadi satu-satunya wilayah yang kering kerontang dari banjir sementara wilayah sekitarnya tenggelam, narasi mulai berubah. Warga mulai menanam sayuran hidroponik di depan rumah. Tembok-tembok kusam dicat hijau oleh tanaman merambat.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Rekomendasi

Terkini

X