nasional

PP PMMBN Serukan Jihad Ekologis dari Refleksi Bencana Aceh-Sumatra

Senin, 29 Desember 2025 | 10:55 WIB
inspiratifonline.com/dok. Inspiratif Online



Bagi PMMBN, bencana yang menelan korban ribuan jiwa di Aceh-Sumatra bukan sekadar nasib, tapi menunjukkan adanya kegagalan struktural dalam mengelola daerah resapan air.





Data menunjukkan bahwa hampir 99% bencana sepanjang tahun 2023-2024 adalah bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, yang faktanya tidak sepenuhnya disebabkan oleh cuaca ekstrem semata, melainkan terdapat kontribusi masif dari pembalakan hutan liar yang menyebabkan area resapan air di bagian hulu gagal berfungsi secara optimal.





Realitas tersebut membawa pada satu konklusi, bahwa terdapat kegagalan serius dari pemerintah dalam pengelolaan serta pengawasan area kawasan hutan yang menjadi benteng pertahanan ekologis masyarakat.





Oleh karena itu, melalui kegiatan Diskusi Ekoteologi, PMMBN mengajak para mahasiswa dan masyarakat umum untuk menyadari bahwa perusakan alam adalah dosa spiritual yang nyata.





Ketua Umum PP PMMBN, Derida A. Bil Haq, dalam pidato pembukanya menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Aceh-Sumatra adalah alarm keras bagi kedaulatan bangsa.





“Bencana ini tidak bisa lagi hanya dipandang sebagai nasib atau sekadar fenomena cuaca ekstrem, melainkan kegagalan kelola yang terus berulang.





Sudah saatnya kita membela negara tidak hanya dengan mengangkat senjata, tetapi melalui jalur pelestarian lingkungan yang berlandaskan nilai spiritualitas atau yang kami sebut sebagai “Jihad Ekologis,” ungkapnya.





Selaras dengan hal itu, Ni’am Azhari dari Bidang Kajian Strategis PP PMMBN, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialektika untuk membedah krisis moral di balik kerusakan alam.

Halaman:

Tags

Terkini