“Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem,” sambungnya.
Menurut pandangannya, kemarahan publik terpicu lantaran ada pihak yang sengaja mengaitkan rekamannya dengan musibah keracunan di Karo.
“Dari pihak yang menyebarluaskan melakukan cocoklogi oleh salah satu korban KLB yang ada di Karo. Jadi, saya ucapkan sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada saya ingin viral atau menyinggung korban atau programnya,” paparnya lagi.
Bocor dari Lingkaran Terdekat
Mengenai bagaimana video tersebut bisa meluas, GP mengklaim hanya mengunggahnya untuk audiens terbatas di daftar kontak WhatsApp miliknya.
Namun, ada oknum teman dekat yang mengunduh dan menyebarkannya ke platform lain.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di 6 Provinsi Berakhir 30 September 2026, Cek Daftarnya!
“Diunggah di Status WhatsApp aja sebenarnya dan sudah saya exclude dari banyak orang, ternyata dari close friend itu ada yang menyebarluaskan, di-upload di story dia sehingga penonton dari orang tersebut bisa menyebarluaskan kemana-mana hingga terjadi kegaduhan di sosial media,” terangnya.
“Mohon maaf sekali lagi, terima kasih,” tukasnya.
Ekor dari kegaduhan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) perwakilan DIY dikabarkan sudah turun tangan dan menjatuhkan sanksi teguran keras kepada pihak-pihak terkait, termasuk manajemen SPPG tempat GP bertugas.***