• Selasa, 22 September 2026

Protokol Nol: Peradaban yang Berdiri di Atas Sakelar

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Kamis, 1 Januari 2026 | 02:26 WIB



Ironisnya, wilayah yang selama ini dianggap tertinggal justru memiliki peluang bertahan lebih besar. Mereka yang masih memiliki sumur, sungai, kayu bakar, dan sumber pangan mandiri tidak sepenuhnya bergantung pada sistem pusat. Mereka tidak lebih pintar, hanya lebih dekat dengan cara hidup yang tidak sepenuhnya diserahkan pada mesin.





Sementara itu, warga kota dengan gelar, jabatan, dan status sosial tinggi mendapati dirinya tak berdaya. Di hadapan lapar dan haus, simbol-simbol prestise kehilangan makna. Kekuasaan bergeser kepada mereka yang menguasai alat-alat paling dasar untuk bertahan hidup.





Hari Ketiga Puluh: Sistem yang Mati Perlahan





Setelah 30 hari tanpa listrik, negara modern secara teknis berhenti berfungsi. Kantor pemerintahan tutup, sekolah tak berjalan, hukum kehilangan bentuk operasionalnya. Negara tidak runtuh dalam satu ledakan besar, melainkan mati perlahan karena kehilangan denyutnya.





Jalan tol dipenuhi mobil-mobil mewah yang ditinggalkan, kehabisan bahan bakar. Alam mulai merebut kembali ruang kota. Rumput tumbuh di sela trotoar, binatang liar mendekat ke pusat permukiman.





Manusia yang bertahan hidup menjadi keras dan selalu waspada. Teknologi yang tersisa—televisi, komputer, ponsel (HP) dipandang sebagai artefak dari masa lalu, sisa peradaban yang pernah percaya bahwa dirinya telah melampaui alam.





Peradaban digital berakhir bukan karena perang atau meteor, melainkan karena kegagalan sistem yang terlalu lama dianggap mustahil runtuh.





Refleksi: Tawanan Kemajuan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB
X