Berhala manusia modern tidak lagi berupa patung, melainkan ide, sikap, dan konsep yang dianggap absolut.
Politik yang Pelan: Tentang Kehadiran, Ingatan, dan Waktu
Mengapa Keberuntungan Mengalahkan Kegeniusan?
Ada alasan mendasar mengapa kejeniusan sering bertekuk lutut di hadapan keberuntungan. Orang yang terlalu jenius kerap terjebak dalam kelumpuhan analisis. Mereka menimbang risiko, menyusun strategi sempurna, dan menunggu waktu yang dianggap ideal.
Sementara itu, mereka yang “sekadar cukup” sering kali sudah melompat lebih dulu, dan tanpa disadari mendarat di atas tumpukan jerami yang empuk.
Sejumlah studi simulasi dalam sains modern menunjukkan temuan menarik: individu paling sukses bukanlah yang paling berbakat, melainkan mereka yang berada paling dekat dengan peristiwa-peristiwa beruntung.
Bakat hanyalah tiket masuk. Keberuntungan menentukan seberapa jauh seseorang melangkah.