Keberuntungan dan Arah Angin
Kerja keras, kerajinan, dan kegeniusan adalah sub-sebab yang dapat dilihat dan dikendalikan. Manusia merasa aman saat merasa memiliki kendali.
Padahal, kerja keras tanpa arah angin ibarat mendayung perahu melawan badai. Tenaga bisa terkuras, kru bisa unggul, bahkan dayung bisa berlapis emas, tetapi tanpa arah angin yang berpihak, perahu hanya berputar di tempat.
Sebaliknya, perahu yang didayung secukupnya, tetapi mampu membaca arah angin, justru melaju lebih jauh. Keberuntungan adalah pertemuan antara usaha manusia yang proporsional dengan kehendak yang berada di luar kuasanya.
Ketergantungan pada Sub-Sebab
Mengapa manusia lebih mudah bergantung pada kerja keras dan kecakapan personal daripada pada sebab utama? Salah satu jawabannya adalah ego.
Kesuksesan yang diklaim sebagai hasil kerja keras memberi ruang untuk kesombongan. Sebaliknya, keberhasilan yang diakui sebagai karunia memaksa manusia menunduk.
Ketergantungan berlebihan pada sub-sebab menjelma menjadi bentuk syirik halus dalam kehidupan modern: menganggap Tuhan “wajib” memberi hasil sesuai takaran keringat.